Daftar Blog Saya
Jumat, 07 Februari 2020
Surat Untuk Mama
Mama,
Apa kabarmu disana? Malam ini saya sendiri disini. Saya rindu ketemu Mama saat ini. Loto, Kusi, Ita dan Mamanya ada di Sutual bersama Bapa. Ito sudah tidur dikamar sebelah bersama anak-anak yang lain. Tempat tidur dimana biasanya Mama selama ini tidur kelihatan kosong. Hanya bantal dan kasur serta sprei yang mama pakai saja yang kelihatan. Sering saya menyebut mama kalau masuk kamar dan melihat tempat itu seperti saat mama masih disini. Karena itu, malam ini saya tidur ditempat mama biasa tidur. Saya rindu sekali ingin bercerita bersama Mama.
Mama,
Malam ini hujan turun rintik-rintik. Apakah mama kebasahan disana? Ataukah mama sudah bersama dengan Kakak Sintus dan Adik Mate dirumah mereka? Ataukah mama sudah bersama dengan Mama Sabina, Mama Balbina, Mama Virmina dan Mama Karolina dirumah mereka juga? Kapan mama kembali kesini menjenguk kami? Kami sudah menambah 1 kamar lagi untuk ayam kita karena mereka sudah besar. Tempat mereka sesak dan hampir-hampir mereka tidak bisa bergerak. Kalau mama kesini lagi, mama pasti akan kaget melihat mereka yang berkembang begitu cepat. Tidak sabar rasanya untuk melihat mama kembali kesini dan bercerita lagi seperti waktu mama masih ada.
Ahhhh....asyiknya bercerita sampai lupa kalau mama sudah tenang disana bersama Tuhan. Mama, beristerahatlah dengan damai disisi Sang Pencipta.
7 Februari 2020 (13 hari kepergian Mama)
Peluk cium,
Anak tunggalmu
Rabu, 22 Agustus 2018
Kamis, 07 Mei 2015
Selasa, 31 Desember 2013
Refleksi akhir tahun 2013
Para bijak pernah
berujar, “Sebuah kapal akan aman kalau dilabuhkan didermaga. Namun
bukan untuk itu kapal tersebut dibuat. Kapal itu dibuat guna
mengarungi laut dan samudera raya walau kerapkali harus menghadapi
terpaan badai yang besar.”
Bermodalkan spirit
itulah, sembari menatap serta mengagumi karya Sang Pencipta, disela
kesibukan melakukan ziarah kehidupan dibawah tenda langit biru yang
penuh misteri, Sang Pemilik sejarah yang masih mengijinkan saya untuk
merenda hari-hari indah dikekinian dunia, tiada terasa beberapa saat
lagi tahun 2013 akan berlalu.
Hari ini genap 365 hari,
53 minggu dan 12 bulan kita beraktifitas dalam seluruh kesibukan
masing-masing. Tanpa terasa, berbagai suka dan duka telah dilalui.
Ada tawa, canda, tangis, marah, dan begitu banyak hal yang menghiasi
ziarah hidup. Ada sanak saudara yang kini tidak lagi bersama karena
telah dipanggil pulang Yang Maha Kuasa. Ada pula anggota keluarga
baru yang lahir serta ada yang pergi merantau. Ada bencana yang
menimpa, ada berkat yang tidak pernah diduga sebelumnya. Jika dilirik
kebelakang, semua itu hanyalah lembaran sejarah hidup yang takkan
mungkin bisa diulangi kembali kejadiannya. Berbagai momentum
bersejarah yang terkadang konyol, menjebak, dijebak merupakan sebuah
kisah tersendiri. Berbagai kegagalan yang didapat tidak perlu
diratapi. Keberhasilan sepatutnya disyukuri. Semua koreksi, kritik
yang bersifat konstruktif haruslah menjadi sebuah harta yang tidak
akan hilang.
Katakan perasaanmu pada
orang yang kau sayangi sebelum terlambat. Kau tidak akan pernah tahu
apa yang akan terjadi besok. Kau tidak akan pernah tahu siapa yang
akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali lagi. Tak selamanya
pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi
suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga,
jalanilah dengan penuh hati-hati.
Jika anda menginginkan
sesuatu yang belum pernah anda dapatkan, anda harus bersedia
melakukan sesuatu yang belum pernah anda lakukan. (Thomas Jefferson)
Selamat Natal 25 Desember
2013 dan Selamat Tahun Baru 1 Januari 2014……
Minggu, 09 Juni 2013
Sabtu, 04 Mei 2013
Kamis, 10 Mei 2012
Silsilah keluarga
Inilah silislah keluarga saya........Tusala
Eki Tusala, fettor of Mutis
|
Afoan Tusala, m. bi Kusi Tafetin
|
Kloe Tusala, m. bi Kusi Tunmuni
___|____________________________________
Toh Tusala Afoan Tusala
m. bi Noko Tafutin m. bi Kusi Tafetin
|
Neno Tusala, m. bi Kusi Tafetin
________________________________|________________
Auni Tusala Afoan Tusala
m. bi Kusi m. bi Noko Tafetin
____|_____________________________________________________
Afoan Tusala bi Kolo Tusala
m. bi Kusi Tunmuni m. Tua Sonba'i
| _________________|_________________
Neno Tusala Tua Sonba'i Sobe Sonba'i
m. bi Nao Oematan
____|____________________________________________
Baki Tusala Toh Tusala
m. bi Kusi Tunmuni m. bi Kusi Tafetin
____|____________________________________________________________________
Toh Tusala Baki Tusala bi Neno Tusala bi Loka Tusala
m. bi Kono Oematan m. bi Kloe Tunmuni m. ... Tunmuni m. Seno Takaeb
____|_________________________________________________________________
Toh Tusala bi Kusi Tusala Eki Tusala, fettor 1932 bi Sana Tusala
m. Sini Nifu Eki m. bi Obe Noil m. Tafin Taimenas
___________________________________|__________________
Kloe Tusala Toh Tusala
Dari Toh Tusala, saudara Eki Tusala (c. 1932),
Toh Tusala
____|________________________________________
Afoan Tusala Toh Tusala
| m. bi Neni Nifu Eki
Lafu Tusala |
Kloe Tusala
SIAPAKAH SAYA? BOSS ATAU PEMIMPIN?
Seorang Boss mempekerjakan bawahannya
Seorang Pemimpin mengilhami mereka
Seorang Boss mengandalkan kekuasaannya
Seorang Pemimpin mengandalkan kemauan baik
Seorang Boss menimbulkan ketakutan
Seorang Pemimpin memancarkan kasih
Seorang Boss mengatakan AKU
Seorang Pemimpin mengatakan KITA
Seorang Boss menunjuk siapa yang bersalah
Seorang Pemimpin menunjukkan apa yang salah
Seorang Boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan
Seorang Pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya
Seorang Boss menuntut rasa hormat
Seorang Pemimpin membangkitkan rasa hormat
Seorang Boss berkata “PERGI”
Seorang pemimpin berkata “MARI KITA PERGI”
Selamat malam temans.......
Senin, 19 Maret 2012
Hati Seorang Ayah
Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?"
Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.
Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman: "Aku tidak mengerti."
Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum,
lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki."
Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.
Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"
Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian."
Hanya itu jawaban Sang Bunda.
Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.
Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.
"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. "
"Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "
"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencarisesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "
"Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya. Dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."
"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "
"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap.
Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara."
"Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi."
"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia & BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. "
"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat."
Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya. " AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH."
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah..
With Love to All Father " JIKA KAMU MENCINTAI Ayah mu / sekarang merasa". Note:
Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya....
Berbahagialah yang merasa sebagai ayah.
Dan
lakukanlah yang terbaik Buat keluarga kita........
Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.
Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman: "Aku tidak mengerti."
Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum,
lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki."
Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.
Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"
Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian."
Hanya itu jawaban Sang Bunda.
Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.
Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.
"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. "
"Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "
"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencarisesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "
"Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya. Dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."
"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "
"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap.
Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara."
"Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi."
"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia & BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. "
"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat."
Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya. " AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH."
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah..
With Love to All Father " JIKA KAMU MENCINTAI Ayah mu / sekarang merasa". Note:
Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya....
Berbahagialah yang merasa sebagai ayah.
Dan
lakukanlah yang terbaik Buat keluarga kita........
Rabu, 14 Maret 2012
TTS KEMBALI DILANDA BANJIR LANGGANAN
Kualin, CN – Akibat diguyur hujan selama dua hari, bencana banjir kembali melanda Kabupaten TTS, Sabtu (10/3) hingga menewaskan Anaci Taneo (60) seorang warga Desa Noemuke Kecamatan Amanuban Selatan. Selain korban tewas, banjir yang terjadi sekira pukul 15.00 Wita itu meluluhlantakan ratusan lahan perkebunan dan persawahan serta hewan ternak di lima desa. Tidak kurang dari 7.000 jiwa warga harus mengungsi karena rumah mereka terendam banjir. Bahkan, hampir semua perabot rumah tangga yang ada tersapu banjir dan hanya menyisakan sedikit perabot.
Seorang warga Dusun III desa Noemuke, Mina Selan yang ditemui koran ini Senin (12/3) dilokasi bencana mengatakan bahwa pada hari Sabtu (10/3) sekitar pukul 15.00 Wita ia mendengar suara gemuruh yang hebat dari arah sungai yang berada dibelakang rumahnya hingga tanah yang dipijak bergetar. Hal tersebut membuat mereka berhamburan keluar rumah. Tiba-tiba air setinggi lutut orang dewasa masuk dan menyapu rumah mereka. Hampir semua barang yang ada didalam rumah terbawa arus sungai yang meluap sangat deras dan datang secara mendadak tersebut. Anak laki-lakinya yang berumur 7 tahun bernama Alen Babys nyaris hanyut, untung dapat diselamatkan ayahnya dengan memegang batang leher anak itu. “Kejadiannya secara tiba-tiba hingga kami tidak sempat menyelamatkan barang berharga kami, anak ini (Alen-red) hampir saja hanyut untung dia punya bapak cepat pegang dia di batang leher” tutur Mina.
Kepala Desa Noemuke, Usman Tety kepada Citra Nusantara mengisahkan, sebelum kali tersebut meluap, warga mendengar bunyi gemuruh yang sangat keras, bahkan menggetarkan tanah. Sehingga mereka berhamburan keluar.
Beberapa saat kemudian, air kali tersebut meluap dan mengalir melewati perkampungan. Saat itu, kata Usman, korban bersama suaminya mencoba melihat derasnya arus sungai. Namun karena kurang hati-hati, korban terseret arus sungai dan baru ditemukan Minggu siang dalam keadaan tidak bernyawa.Ratusan rumah tergenang dan puluhan lainnya hanyut dibawa banjir bersama peralatan rumahnya. Belum diketahui jumlah kerugian materialnya. Namun ribuan hektare lahan pertanian dipastikan gagal panen.
"Kerugian material kami belum bisa pastikan. Tapi kalau untuk lahan kebun jagung, semua rata dengan tanah. Ada juga ternak yang hilang paling banyak ayam, kambing dan babi," jelas Usman.
Untuk sementara bantuan diturunkan dan dibagikan di dusun 2 dan 3. Menurut Teti banjir menelan korban jiwa, yakni Anarci Snae (60) dan merendam 572 rumah serta 400 ha jagung siap panen dan ratusan ternak kecil dan besar.
Sementara itu, pantauan Citra Nusantara Senin, (12/3) ratusan rumah korban di dusun 3 desa Toineke tampak masih digenangi banjir. Para penghuni tinggal pergi dan menutup rumah mereka. Ternak babi dan sapi serta kambing dikeluarkan dari kandang dan diikat di sekitar jalan trans selatan TTS.
Bupati TTS, Paulus V. R. Mella ketika bersama Ketua DPRD Eldath M. M. Nenabu, Dandim 1621 Letkol (Kav) Ferry Firmansyah dan Kapolres TTS AKBP Agus Hermawan serta sejumlah anggota DPRD ketika meninjau lokasi bencana mengatakan Bupati menghimbau kepada masyarakat di sekitar kali Noemuke agar meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, pihaknya juga meminta kepada Dinas Sosnakertrans, Badan Penanggulangan Bencana serta Dinas Kesehatan untuk turun tangan.
"Kerugian belum bisa dipastikan karena masih di data. Tapi yang pasti bahwa lahan jagung dan padi banyak sekali yang rusak. Sehingga sudah pasti gagal panen. Kemudian Dinas Kesehatan harus antisipasi karena masyarakat yang mengungsi rentan dengan penyakit, terutama diare dan malaria. Jadi pemerintah sudah laksanakan tanggap darurat dengan bantuan tenda dan bahan makanan," jelas Paulus.
Paulus menambahkan, wilayah yang paling parah adalah Desa Oebelo dan Desa Noemuke. Sementara, menurut catatan, wilayah tersebut telah mengalami bencana sebanyak dua kali sejak awal Januari lalu. Untuk itu ia mengharapkan kepada masyarakat yang berada di Noemuke agar tidak kembali membangun rumah di lokasi yang terkena bencana sehingga bisa meminimalisir resiko terkena bencana pada waktu mendatang.
Bupati TTS juga menambahkan masyarakat agar mengantisipasi mewabahnya penyakit yang disebabkan banjir ini. Untuk itu pihak pemerintah telah meminta kepada pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk turut membantu masyarakat yang terkena bencana. Ia berharap kondisi masyarakat yang telah terkena bencana jangan diperparah lagi dengan penyakit lain sebagai dampak ikutan.
Namun hingga Senin (12/3) pukul 19.00 wita belum ada aktivitas dari pihak medis yang ada dilokasi bencana.
TNI Siap Bantu
Pada kesempatan itu, Dandim 1621 TTS Letkol (Kav) Fery Firmansyah ketika bersama rombongan Bupati saat meninjau lokasi bencana mengatakan pada prinsipnya TNI selalu siap mambantu pemerintah kabupaten dalam membantu masyarakat yang terkena bencana. “Kita selalu siap kapanpun untuk membantu masyarakat kalau diminta oleh Pemda,” katanya.
Selain itu juga pada kesempatan itu sebanyak 50 anggota Kodim 1621 TTS telah berada dilokasi dan membangun Posko di desa Toineke dan membantu menurunkan bantuan dari Pemda berupa 5 ton beras, 15 dus ikan sardin, 48 dus mie instan, 24 dus aqua, gula pasir, kopi dan teh.
DPRD Dukung Penganggaran Secara Politis
Ketua DPRD TTS, Eldath Nenabu mengatakan pihak legislatif sepenuhnya mendukung pemerintah dalam kebijakan penganggaran jika ada usulan perubahan anggaran yang akan disampaikan pada APBD Perubahan mendatang. Hal ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam melayani masyarakat yang terkena bencana.
Selain itu juga Eldat mengharapkan agar Pemda menghindari hal-hal yang bersifat mengulur pencairan dana terutama yang berkaitan dengan penanggulangan bencana. Hal ini dimaksudkan agar hal-hal yang bersifat administrasi tidak memperlambat proses bantuan yang ditujukan kepada korban banjir.
Turut hadir pada kesempatan itu Wakil Ketua DPRD TTS, Ampere Selan, Ketua Fraksi Golkar Yoksan D. K. Benu, anggota DPRD David Boimau serta sejumlah pimpinan SKPD.
Hingga berita ini diturunkan, Rabu (14/3) satuan TNI dari Kodim 1621 TTS bersama masyarakat diwilayah desa Toineke sudah mulai membersihkan lumpur disekitar halaman rumah serta kegiatan belajar mengajar pada SD Inpres Kiufatu besok Kamis, (15/3) sudah mulai dilaksanakan. Kegiatan pada sekolah ini dimulai dengan pembersihan lantai yang tergenang lumpur pada hari ini.
Sementara itu, informasi lain yang dihimpun Citra Nusantara, sejumlah masyarakat desa Toineke mengeluhkan ketidakhadiran Kepala Desa Toineke, Kecamatan Kualin Alexander Kmio. Menurut mereka, Kepala Desa hadir pada hari Jumat, (9/3) pada saat banjir melanda. Namun keesokan harinya ia berangkat ke Kupang untuk urusan keluarga dan hingga saat ini belum kembali. Hal ini mengundang tanda tanya masyarakat bahwa kepala desa hanya mementingkan urusan pribadi, smentara masyarakat yang dilanda musibah tidak diperhatikan. Untuk mengatasi masalah ini, seluruh administrasi desa dilaksanakan oleh Sekretaris Desa Toineke bersama para Kepala Urusan dan Camat.
Camat Kualin Simon O. G. Manu ketika dihubungi koran ini pertelepon, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, sejak hari Sabtu, Kepala Desa Toineke Alexander Kmio pergi ke Kupang untuk urusan pribadi, namun sudah memberikan kewenangan kepada para Kepala Urusan yang ada untuk membantu masyarakat bersama mangatasi dan menanggulangi dampak ikutan yang ada. (R-01)
Seorang warga Dusun III desa Noemuke, Mina Selan yang ditemui koran ini Senin (12/3) dilokasi bencana mengatakan bahwa pada hari Sabtu (10/3) sekitar pukul 15.00 Wita ia mendengar suara gemuruh yang hebat dari arah sungai yang berada dibelakang rumahnya hingga tanah yang dipijak bergetar. Hal tersebut membuat mereka berhamburan keluar rumah. Tiba-tiba air setinggi lutut orang dewasa masuk dan menyapu rumah mereka. Hampir semua barang yang ada didalam rumah terbawa arus sungai yang meluap sangat deras dan datang secara mendadak tersebut. Anak laki-lakinya yang berumur 7 tahun bernama Alen Babys nyaris hanyut, untung dapat diselamatkan ayahnya dengan memegang batang leher anak itu. “Kejadiannya secara tiba-tiba hingga kami tidak sempat menyelamatkan barang berharga kami, anak ini (Alen-red) hampir saja hanyut untung dia punya bapak cepat pegang dia di batang leher” tutur Mina.
Kepala Desa Noemuke, Usman Tety kepada Citra Nusantara mengisahkan, sebelum kali tersebut meluap, warga mendengar bunyi gemuruh yang sangat keras, bahkan menggetarkan tanah. Sehingga mereka berhamburan keluar.
Beberapa saat kemudian, air kali tersebut meluap dan mengalir melewati perkampungan. Saat itu, kata Usman, korban bersama suaminya mencoba melihat derasnya arus sungai. Namun karena kurang hati-hati, korban terseret arus sungai dan baru ditemukan Minggu siang dalam keadaan tidak bernyawa.Ratusan rumah tergenang dan puluhan lainnya hanyut dibawa banjir bersama peralatan rumahnya. Belum diketahui jumlah kerugian materialnya. Namun ribuan hektare lahan pertanian dipastikan gagal panen.
"Kerugian material kami belum bisa pastikan. Tapi kalau untuk lahan kebun jagung, semua rata dengan tanah. Ada juga ternak yang hilang paling banyak ayam, kambing dan babi," jelas Usman.
Untuk sementara bantuan diturunkan dan dibagikan di dusun 2 dan 3. Menurut Teti banjir menelan korban jiwa, yakni Anarci Snae (60) dan merendam 572 rumah serta 400 ha jagung siap panen dan ratusan ternak kecil dan besar.
Sementara itu, pantauan Citra Nusantara Senin, (12/3) ratusan rumah korban di dusun 3 desa Toineke tampak masih digenangi banjir. Para penghuni tinggal pergi dan menutup rumah mereka. Ternak babi dan sapi serta kambing dikeluarkan dari kandang dan diikat di sekitar jalan trans selatan TTS.
Bupati TTS, Paulus V. R. Mella ketika bersama Ketua DPRD Eldath M. M. Nenabu, Dandim 1621 Letkol (Kav) Ferry Firmansyah dan Kapolres TTS AKBP Agus Hermawan serta sejumlah anggota DPRD ketika meninjau lokasi bencana mengatakan Bupati menghimbau kepada masyarakat di sekitar kali Noemuke agar meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, pihaknya juga meminta kepada Dinas Sosnakertrans, Badan Penanggulangan Bencana serta Dinas Kesehatan untuk turun tangan.
"Kerugian belum bisa dipastikan karena masih di data. Tapi yang pasti bahwa lahan jagung dan padi banyak sekali yang rusak. Sehingga sudah pasti gagal panen. Kemudian Dinas Kesehatan harus antisipasi karena masyarakat yang mengungsi rentan dengan penyakit, terutama diare dan malaria. Jadi pemerintah sudah laksanakan tanggap darurat dengan bantuan tenda dan bahan makanan," jelas Paulus.
Paulus menambahkan, wilayah yang paling parah adalah Desa Oebelo dan Desa Noemuke. Sementara, menurut catatan, wilayah tersebut telah mengalami bencana sebanyak dua kali sejak awal Januari lalu. Untuk itu ia mengharapkan kepada masyarakat yang berada di Noemuke agar tidak kembali membangun rumah di lokasi yang terkena bencana sehingga bisa meminimalisir resiko terkena bencana pada waktu mendatang.
Bupati TTS juga menambahkan masyarakat agar mengantisipasi mewabahnya penyakit yang disebabkan banjir ini. Untuk itu pihak pemerintah telah meminta kepada pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk turut membantu masyarakat yang terkena bencana. Ia berharap kondisi masyarakat yang telah terkena bencana jangan diperparah lagi dengan penyakit lain sebagai dampak ikutan.
Namun hingga Senin (12/3) pukul 19.00 wita belum ada aktivitas dari pihak medis yang ada dilokasi bencana.
TNI Siap Bantu
Pada kesempatan itu, Dandim 1621 TTS Letkol (Kav) Fery Firmansyah ketika bersama rombongan Bupati saat meninjau lokasi bencana mengatakan pada prinsipnya TNI selalu siap mambantu pemerintah kabupaten dalam membantu masyarakat yang terkena bencana. “Kita selalu siap kapanpun untuk membantu masyarakat kalau diminta oleh Pemda,” katanya.
Selain itu juga pada kesempatan itu sebanyak 50 anggota Kodim 1621 TTS telah berada dilokasi dan membangun Posko di desa Toineke dan membantu menurunkan bantuan dari Pemda berupa 5 ton beras, 15 dus ikan sardin, 48 dus mie instan, 24 dus aqua, gula pasir, kopi dan teh.
DPRD Dukung Penganggaran Secara Politis
Ketua DPRD TTS, Eldath Nenabu mengatakan pihak legislatif sepenuhnya mendukung pemerintah dalam kebijakan penganggaran jika ada usulan perubahan anggaran yang akan disampaikan pada APBD Perubahan mendatang. Hal ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam melayani masyarakat yang terkena bencana.
Selain itu juga Eldat mengharapkan agar Pemda menghindari hal-hal yang bersifat mengulur pencairan dana terutama yang berkaitan dengan penanggulangan bencana. Hal ini dimaksudkan agar hal-hal yang bersifat administrasi tidak memperlambat proses bantuan yang ditujukan kepada korban banjir.
Turut hadir pada kesempatan itu Wakil Ketua DPRD TTS, Ampere Selan, Ketua Fraksi Golkar Yoksan D. K. Benu, anggota DPRD David Boimau serta sejumlah pimpinan SKPD.
Hingga berita ini diturunkan, Rabu (14/3) satuan TNI dari Kodim 1621 TTS bersama masyarakat diwilayah desa Toineke sudah mulai membersihkan lumpur disekitar halaman rumah serta kegiatan belajar mengajar pada SD Inpres Kiufatu besok Kamis, (15/3) sudah mulai dilaksanakan. Kegiatan pada sekolah ini dimulai dengan pembersihan lantai yang tergenang lumpur pada hari ini.
Sementara itu, informasi lain yang dihimpun Citra Nusantara, sejumlah masyarakat desa Toineke mengeluhkan ketidakhadiran Kepala Desa Toineke, Kecamatan Kualin Alexander Kmio. Menurut mereka, Kepala Desa hadir pada hari Jumat, (9/3) pada saat banjir melanda. Namun keesokan harinya ia berangkat ke Kupang untuk urusan keluarga dan hingga saat ini belum kembali. Hal ini mengundang tanda tanya masyarakat bahwa kepala desa hanya mementingkan urusan pribadi, smentara masyarakat yang dilanda musibah tidak diperhatikan. Untuk mengatasi masalah ini, seluruh administrasi desa dilaksanakan oleh Sekretaris Desa Toineke bersama para Kepala Urusan dan Camat.
Camat Kualin Simon O. G. Manu ketika dihubungi koran ini pertelepon, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, sejak hari Sabtu, Kepala Desa Toineke Alexander Kmio pergi ke Kupang untuk urusan pribadi, namun sudah memberikan kewenangan kepada para Kepala Urusan yang ada untuk membantu masyarakat bersama mangatasi dan menanggulangi dampak ikutan yang ada. (R-01)
Selasa, 21 Februari 2012
Gunung Mutis
Kabupaten Timor Tengah Selatan yang mayoritas topografinya merupakan daerah bergunung dan berbukit ternyata menyimpan sejumlah keunikan tersendiri. Mulai dari tenun ikat, tarian tradisional seperti bonet, tarian maekat, madu hutan, tari gong hingga peninggalan sejarah yang belum terlampau dikenal oleh masyarakat diluar serta berbagai panorama alam yang menarik.salah satu panorama alam yang dapat ditemui adalah Gunung Mutis yang adalah gunung tertinggi di pulau Timor.
Gunung ini memiliki manfaat yang sangat besar karena merupakan hulu dari 2 buah Daerah Aliran Sungai (DAS) yakni DAS Noelmina yang mngaliri kawasan dan DAS Benenain. Gunung yang dikelilingi oleh Desa Nuapin, Nenas, Fatumnasi, Bonleu diKabupaten TTS serta Tasinifu dan desa Naekake di Kabupaten TTU.
Berdasarkan SK Penunjukan Menteri Pertanian RI Nomor 89/Kpts/II/1983, Tanggal 2 Desember 1983. Cagar Alam Gunung Mutis, sesuai dengan hasil studi FAO tahun 1982, direkomendasikan kawasan hutan Cagar Alam Gunung Mutis luas 10.000 Ha sebagai Suakamargasatwa .
Secara Geografis kawasan Cagar Alam Mutis terletak antara 9′22” sampai dengan 10′02” Lintang Selatan dan 123′42” sampai dengan 124′26“ Bujur Timur dan secara administratif Pemerintahan terletak dalam wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (dua kecamatan : Kecamatan Mollo Utara dan Kecamatan Fatumnasi) dan Kabupaten Timor Tengah Utara, Kecamatan Miomafo Barat. Luas kawasan cagar alam yang berada dalam wilayah administrasi Pemerintah Kabupaten TTU 2.000.000 Ha, yang dekelilingi oleh beberapa Desa antara lain : Desa Naekake A, Naekake B, Tasinifu, Fatuneno, Noelelo, dan Noepesu (data tahun 2004)
Untuk menjangkau kawasan hutan Mutis dari Kabupaten Kupang dapat ditempuh melalui jalan darat, dengan menggunakan kendaraan umum (bus, truk dan angkutan pedesaan lainnya). Route perjalanan dengan bus, truk dan angkutan pedesaan dapat dilalui melalui melalui jalur jalan negara, jalan Propinsi, jalan Kabupaten, antara lain Kupang – Soe (110 Km) dengan jarak tempuh 2,5 jam, melalui jalan sumbu Kupang – Atambua meliwati Camplong – Takari- Batuputih-Soe. Kemudian dari Soe kita melalui jalan yang menanjak dan berkelok-kelok ditutupi kabut tebal sehingga jarak pandangan pada tempat2 tertentu hanya 5 meter yang membuat waktu tempuh perjalanan semakin melambat, setelah 25 menit kita memasuki desa Kapan dan Fatumnasi (35 km) yang udaranya sangat dingin, disepanjang jalan penduduk pada umumnya terlihat duduk di teras rumahnya sambil berselimutkan pakaian hitam untuk melindungi dirinya dari udara dingin pada hal siang hari telah menunjukkan jam 11.30 WIT, pada musim kemarau Soe – Kapan – Fatumnasi dapat ditempuh kurang lebih 1 jam, sedangkan pada musim hujan kadang-kadang jalur jalan ini mengalami longsoran dan terancam putus.
Bila kita menuju Cagar Alam Gunung Mutis wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara, kita menempuh jalur jalan yang sama sampai di Niki-Niki–Kefamenanu dan Eban yang dapat ditempuh selama kurang lebih 6 jam.
Flora
Ciri khas dari Cagar Alam Gunung Mutis adalah Hutan yang didominasi pohon Ampupu (Eucalyptus urophylla) sebagai habitat fauna di pulau Timor. Hutan Mutis Timau mempunyai keunikan flora yakni jenis Ampupu terluas di Indonesia seluas kurang lebih 20.000 ha. Yang membentang dari pantai hingga pegunungan (600-2400 meter dpl). Menurut hasil penelitiaan LIPI yang kebetulan waktu itu, tim bertemu di lapangan mengatakan bahwa di Cagar Alam Gunung Mutis terdapat pohon Ampupu (Eucalyptus urophylla) yang terbesar di dunia dengan diammeter 3,75 meter. Selain tegakan pohon Ampupu (Eucalyptus urophylla) juga merupakan sumber pohon cendana dan kayu gaharu yang kini nama karena keberadaannya sudah terancam punah. Lebih dari 100 jenis tanaman yang teridentifikasi dan digunakan masyarakat sebagai obat tradisional.
Fauna
Terdapat 32 jenis burung sebaran terbatas yang juga merupakan jenis burung yang terdapat di daerah lain. Dari 32 jenis burung tersebut ada 6 jenis sebagai endemik Timor yang tidak terdapat di tempat lain di Indonesia (urutan kedua setelah Pulau Sumba) yaitu : Buettikoferella bivitatata, Ficedula timorensis, Myzomela vulnerata, Philemon inornatus, Heleia muelleri, Lichmera flavicans. 3 jenis Kus-Kus (abu-abu, coklat & putih) berada pada ketinggian 800-2200 m dpl. Jenis Kus-Kus yang berwarna putih merupakan khas di kawasan tersebut, terdapat jenis Rusa Timor yang mendiami kawasan (Cervus Timorensis)dan Jenis ular besar (Phyton timorensis).
Kearifan Lokal masyarakat
Bila kita melanjutkan perjalanan menujudesa Nuapin, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Fatumnasi, kita dapat menemukan berbagai keindahan alam dan berbagai kearifan lokal masyarakat didesa ini seperti ketrampilan menganyam tali dari bahan kulit kayu, membuat periuk dari tanah liat, memintal benang menggunakan ike dan suti serta dapat dijumpai pemandangan alam yang indah.
Fauna kawasan ini juga sama kayanya. Di kawasan ini pengunjung bisa menjumpai rusa Timor (Cervus timorensis), kuskus, biawak timor (Varanus timorensis), ular sanca Timor (Phyton timorensis), punai Timor (Treon psittacea), betet Timor (Apromictus jonguilaceus), pergam Timor (Ducula cineracea), dan lain-lain yang dapat ditemui.
Hal lain yang menarik untuk disaksikan adalah bagaimana suku-suku asli kawasan ini memanfaatkan dahan dan ranting pohon-pohon besar untuk membuatkan rumah bagi lebah hutan penghasil madu. Bagi masyarakat setempat, lebah hutan membantu mereka menopang kehidupan ekonomi dari hasil ternak dan pertanian.
Gunung ini memiliki manfaat yang sangat besar karena merupakan hulu dari 2 buah Daerah Aliran Sungai (DAS) yakni DAS Noelmina yang mngaliri kawasan dan DAS Benenain. Gunung yang dikelilingi oleh Desa Nuapin, Nenas, Fatumnasi, Bonleu diKabupaten TTS serta Tasinifu dan desa Naekake di Kabupaten TTU.
Berdasarkan SK Penunjukan Menteri Pertanian RI Nomor 89/Kpts/II/1983, Tanggal 2 Desember 1983. Cagar Alam Gunung Mutis, sesuai dengan hasil studi FAO tahun 1982, direkomendasikan kawasan hutan Cagar Alam Gunung Mutis luas 10.000 Ha sebagai Suakamargasatwa .
Secara Geografis kawasan Cagar Alam Mutis terletak antara 9′22” sampai dengan 10′02” Lintang Selatan dan 123′42” sampai dengan 124′26“ Bujur Timur dan secara administratif Pemerintahan terletak dalam wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (dua kecamatan : Kecamatan Mollo Utara dan Kecamatan Fatumnasi) dan Kabupaten Timor Tengah Utara, Kecamatan Miomafo Barat. Luas kawasan cagar alam yang berada dalam wilayah administrasi Pemerintah Kabupaten TTU 2.000.000 Ha, yang dekelilingi oleh beberapa Desa antara lain : Desa Naekake A, Naekake B, Tasinifu, Fatuneno, Noelelo, dan Noepesu (data tahun 2004)
Untuk menjangkau kawasan hutan Mutis dari Kabupaten Kupang dapat ditempuh melalui jalan darat, dengan menggunakan kendaraan umum (bus, truk dan angkutan pedesaan lainnya). Route perjalanan dengan bus, truk dan angkutan pedesaan dapat dilalui melalui melalui jalur jalan negara, jalan Propinsi, jalan Kabupaten, antara lain Kupang – Soe (110 Km) dengan jarak tempuh 2,5 jam, melalui jalan sumbu Kupang – Atambua meliwati Camplong – Takari- Batuputih-Soe. Kemudian dari Soe kita melalui jalan yang menanjak dan berkelok-kelok ditutupi kabut tebal sehingga jarak pandangan pada tempat2 tertentu hanya 5 meter yang membuat waktu tempuh perjalanan semakin melambat, setelah 25 menit kita memasuki desa Kapan dan Fatumnasi (35 km) yang udaranya sangat dingin, disepanjang jalan penduduk pada umumnya terlihat duduk di teras rumahnya sambil berselimutkan pakaian hitam untuk melindungi dirinya dari udara dingin pada hal siang hari telah menunjukkan jam 11.30 WIT, pada musim kemarau Soe – Kapan – Fatumnasi dapat ditempuh kurang lebih 1 jam, sedangkan pada musim hujan kadang-kadang jalur jalan ini mengalami longsoran dan terancam putus.
Bila kita menuju Cagar Alam Gunung Mutis wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara, kita menempuh jalur jalan yang sama sampai di Niki-Niki–Kefamenanu dan Eban yang dapat ditempuh selama kurang lebih 6 jam.
Flora
Ciri khas dari Cagar Alam Gunung Mutis adalah Hutan yang didominasi pohon Ampupu (Eucalyptus urophylla) sebagai habitat fauna di pulau Timor. Hutan Mutis Timau mempunyai keunikan flora yakni jenis Ampupu terluas di Indonesia seluas kurang lebih 20.000 ha. Yang membentang dari pantai hingga pegunungan (600-2400 meter dpl). Menurut hasil penelitiaan LIPI yang kebetulan waktu itu, tim bertemu di lapangan mengatakan bahwa di Cagar Alam Gunung Mutis terdapat pohon Ampupu (Eucalyptus urophylla) yang terbesar di dunia dengan diammeter 3,75 meter. Selain tegakan pohon Ampupu (Eucalyptus urophylla) juga merupakan sumber pohon cendana dan kayu gaharu yang kini nama karena keberadaannya sudah terancam punah. Lebih dari 100 jenis tanaman yang teridentifikasi dan digunakan masyarakat sebagai obat tradisional.
Fauna
Terdapat 32 jenis burung sebaran terbatas yang juga merupakan jenis burung yang terdapat di daerah lain. Dari 32 jenis burung tersebut ada 6 jenis sebagai endemik Timor yang tidak terdapat di tempat lain di Indonesia (urutan kedua setelah Pulau Sumba) yaitu : Buettikoferella bivitatata, Ficedula timorensis, Myzomela vulnerata, Philemon inornatus, Heleia muelleri, Lichmera flavicans. 3 jenis Kus-Kus (abu-abu, coklat & putih) berada pada ketinggian 800-2200 m dpl. Jenis Kus-Kus yang berwarna putih merupakan khas di kawasan tersebut, terdapat jenis Rusa Timor yang mendiami kawasan (Cervus Timorensis)dan Jenis ular besar (Phyton timorensis).
Kearifan Lokal masyarakat
Bila kita melanjutkan perjalanan menujudesa Nuapin, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Fatumnasi, kita dapat menemukan berbagai keindahan alam dan berbagai kearifan lokal masyarakat didesa ini seperti ketrampilan menganyam tali dari bahan kulit kayu, membuat periuk dari tanah liat, memintal benang menggunakan ike dan suti serta dapat dijumpai pemandangan alam yang indah.
Fauna kawasan ini juga sama kayanya. Di kawasan ini pengunjung bisa menjumpai rusa Timor (Cervus timorensis), kuskus, biawak timor (Varanus timorensis), ular sanca Timor (Phyton timorensis), punai Timor (Treon psittacea), betet Timor (Apromictus jonguilaceus), pergam Timor (Ducula cineracea), dan lain-lain yang dapat ditemui.
Hal lain yang menarik untuk disaksikan adalah bagaimana suku-suku asli kawasan ini memanfaatkan dahan dan ranting pohon-pohon besar untuk membuatkan rumah bagi lebah hutan penghasil madu. Bagi masyarakat setempat, lebah hutan membantu mereka menopang kehidupan ekonomi dari hasil ternak dan pertanian.
Kamis, 17 November 2011
Puisi
Kembali
Kembali............................
Satu kata menyenangkan atau justru membangkitkan luka
Kembali.............................
Bagiku ribuan harap ada padanya
Nanar tatapku kearah bulan yang kian redup
Nyali ini nyaris patah, berat kutentukan akhir kisah.
Dua kakiku berdiri kokoh diatas goncangan pilihan.....
Berlalu..... atau Kembali......
Hingga akhirnya kutiba dipersimpangan jalan
Yang memaksaku tuk ada pada satu pilihan yang pasti;
Meski sakit namun aku harus tetap bertahan .
Bagiku....
Mati sekali lebih membahagiakan dari pada luka yang hanya bisa membunuhku secara perlahan.
Kutitip secuil cinta dirimbun rerumputan.....
Bayu datang sampaikan padanya
Aku sulit tuk memilih KEMBALI
By
Lusianus
Kembali............................
Satu kata menyenangkan atau justru membangkitkan luka
Kembali.............................
Bagiku ribuan harap ada padanya
Nanar tatapku kearah bulan yang kian redup
Nyali ini nyaris patah, berat kutentukan akhir kisah.
Dua kakiku berdiri kokoh diatas goncangan pilihan.....
Berlalu..... atau Kembali......
Hingga akhirnya kutiba dipersimpangan jalan
Yang memaksaku tuk ada pada satu pilihan yang pasti;
Meski sakit namun aku harus tetap bertahan .
Bagiku....
Mati sekali lebih membahagiakan dari pada luka yang hanya bisa membunuhku secara perlahan.
Kutitip secuil cinta dirimbun rerumputan.....
Bayu datang sampaikan padanya
Aku sulit tuk memilih KEMBALI
By
Lusianus
Senin, 22 Agustus 2011
Sejarah Kerajaan Mollo (Oenam)
Leluhur orang TTS adalah merupakan hasil proses asimilasi antara penduduk asli (orang Melus dan Keunjamas atau Keunlaban atau disebut suku bangsa Kenurawan dan Tkesnai) dengan pendatang dari Malaka (Belu Selatan) atau tempat lainnya, misalnya leluhur Nope yang diperkirakan berasal dari Rote. Ada juga kelompok-kelompok masyarakat yang mendiami wilayah sekitar gunung Mutis yaitu ‘Nai Ke Kune’, Nai Jabi-Uf dan Nai Besi-Uf. Namun kemudian penduduk asli ini terdesak oleh para pendatang (Liurai Nai Laban atau Nai Dawan---dawan sendiri merupakan sebutan yang diberikan orang Belu-Malaka kepada orang-orang pegunungan) yang berasal dari Belu Selatan, Ola Kmali dari Rote dan leluhur Banunaek yang diperkirakan berasal dari Barat pulau Timor.
Mutis sendiri artinya:
a) Genapkan. Mempunyai makna semua marga yang datang ke Timor bagian barat berhimpun disana sebelum menyebar keseluruh wilayah Timor bagian barat.
b) Tetesan air atau sumber tetesan air. Maknanya bahwa gunung Mutis merupakan sumber aliran-aliran sungai besar di wilayah Timor bagian Barat.
Kedatangan suku bangsa dari Belu Selatan ke Mutis diawali dengan kedatangan Liurai Nai Dawan atau Nai Laban, yang merupakan putra kedua raja besar kerajaan Wehali di Belu Selatan. Nai Laban sendiri akhirnya dikenal sebagai Pahe-Nakan dalam bahasa Dawan artinya penguasa wilayah pegunungan. Penugasan Nai Laban untuk menguasai daerah pegunungan sendiri didasarkan alasan bahwa kerajaan Wehali berada dekat dengan pantai (muara sungai Benanain) sehingga sangat kekurangan sekali air tawar pada musim kemarau. Oleh sebab itu mereka perlu untuk menguasai, memelihara dan mengamankan daerah hulu sungai Benanain yaitu di kaki gunung Mutis. Selanjutnya Nai Laban akhirnya menurunkan luluhur bagi marga Sonba’i dan Nisnoni di Kupang.
Kemudian, datang gelombang kedua dari kerajaan Wehali menyusul Nai Dawan yaitu Fahik Bere dan Ifo Bere yang nantinya akan menjadi nama leluhur bagi marga Kono di Miomafo dan Oematan di Mollo (digantikan namanya oleh Nai Faluk). Sesuai dengan data yang ada Kono-Oematan baru mendirikan kerajaan sendiri setelah runtuhnya kerajaan Oenam yang menandai berakhirnya kekuasaan dinasti SONBA’I.
Lalu pendatang gelombang ketiga juga dari Belu Selatan, mereka kemudian yang menjadi leluhur dari kelompok yang mendiami wilaya Amfo’ang dan Am Benu. Kemudian Ola Kmali menjadi leluhur marga Nope di Amanuban dan Banunaek menjadi leluhur marga Banunaek di Amanatun.
Pemerintahan yang tertata secara teratur dengan wilayah kekuasaan yang jelas (kerajaan) baru dapat diwujudkan di wilayah gunung Mutis pada generasi ketiga dari Nai Dawan yakni Nai Lele Sonba’i (cicitnya Nai Dawan) kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri dan berkuasa di wilayah TTS adalah kerajaan Oenam, kerajaan Amanatun (Onam), Kerajaan Anas, Kerajaan Nenometa, Kerajaan Amanuban (Banam), dan kerjaan Mollo.
Tentang orang pertama di Mollo sendiri (suku Molus atau Melus dan Keunjmana atau Kenurawan) diduga kuat adalah bagian dari ras Papua-Melanesia. Mereka digambarkan sebagai kelompok orang yg nomaden, bertubuh pendek, bermuka cekung berhidung pesek, berkulit hitam dan berambut keriting. Terutama pada suku Keunjaman terdapat ciri lainnya yakni berbulu dada dan berkaki jangkung. Dalam perkembangannya suku Molus dan Keunjaman terdesak oleh suku bangsa lain yg datang (orang-orang dari Malaka/Belu Selatan). Suku Molus yg terdesak kemudian menyebrang laut menuju kepulauan Alor (disebut sebagai ‘met-meni kiuftasi). Sedangkan Keunjaman berpindah ke bagian Barat pulau Timor.
1.Kerajaan Oenam
Mutis sendiri adalah cikal bakal pusat pemerintahan kerajaan Oenam. Didirikan oleh Nai Lele Sonba’I yg diperkirakan pada abad ke-15 dengan wilayah kekuasaan mulai dari Biboki, Insana, Miomafo, Fatule’u sampai Noel Sfebano (Tarus-Kupang). Nai Lele Sonba’I sendiri adalah anak dari Nai Faluk. Sedangkan Nai Faluk adalah cucu dari Nai Dawan. Setelah kematian Nai Lele Sonba’i, raja berikutnya adalah Tuklua Sonba’i, berikutnya digantikan oleh Manas Sonba’i (yang masa pemerintahannya, Timor mulai didatangi Portugis yg awalnya ingin berdagang cendana dan lilin). Kedatangan Portugis diawali dengan datangnya pastur Antoio Taveira (1522) di Lifau-Oekusi dari pulau Solor (Flores Timur). Secara de facto pemerintahan Portugis dimulai di Timor tahun 1656 atau lebih dari seabad kemudian ketika awal mula masuknya pastur-pastur Portugis. Permulaan pemerintahan dengan menempatkan kapten Simao Louis ke Lifau-Oekusi. Semua terjadi pada masa pemerintahan Manas Son ba’i. setelah mangkat, Manas digantikan oleh Talus Sonba’i. Pemerintahan Talus sendiri mengalami perpecahan akibat kebijakan memasukan hasil panen rakyat kepada raja. Penolakan itu datang dari Neno Sonbai kakak kandung raja Talus). Akhirnya Neno dan anaknya Nai Baki Sonba’I diusir dari kerajaan Oenam. Keduanya pun melarikan diri dan meminta perlindungan kepada marga Oematan (Saubaki Oematan). Oleh Oematan keduanya disembunyikan di kaki gunung Mollo sebelum akhirnya mereka mengungsi ke Kupang (ke kerajaan Helong). Peristiwa ini diperkirakan terjadi pada tahun 1650. Oleh raja Helong mereka ditempatkan di daerah Bakunane.
Raja berikutnya yg memerintah kerajaan Oenam yakni Baob Sonbai. Baob sendiri adalah putra mahkota yg menjadi korban perang. Bersama ibunya Bi Lalan Mella, mereka diselamatkan Bahan dan Mambait dan disembunyikan di Laob (kini desa di kecamatan Mollo Selatan). Raja Baob tinggal beberapa lama di Baob (dulu Mnesatfael) lalu berpindah ke Noenoni (kini desa Noenoni). Raja Baob Sonba’i kemudian diculik Belanda lalu diasingkan ke Batavia hingga wafat tahun 1685.
Raja Oenam selanjutnya adalah Tafin Sonba’i lalu digantikan oleh putra tunggalnya Kau Sonba’i. pada pemerintahannya ibu kota kerajaan dipindahkan ke Kuniki (di Fatule’u). setelah Kau Sonba’I berhenti sebagai Raja Kerajaan Oenam, ia digantikan oleh putra sulungnya Sobe Sonba’i II atau Sobe Besi. Setelah Sobe Besi, raja selanjutnya adalah Baob Sonba’i II yang diteruskan oleh Baob Sonba’i III. Pada masanya, terjadi perjanjian Lisabon yg isinya membagi pulau Timor menjadi 2 bagian, Timor Barat untuk Belanda dan Timor Timur untuk Portugis (ditambah Oekusi dan Noemuti). Noemuti sendiri kemudian diserahkan kembali kepada Belanda pd 1 November 1916 dan menjadi bagian wilayah Miomafo. Baob Sonba’i III kemudian digantikan oleh Sobe Sonba’i III. Pada masa pemerintahannya terjadi perang Bipolo. Raja Sobe Sonba’i III akhirnya ditangkap Belanda di Bes’ana akibat pengkhianatan dari marga Oematan di Bes’ana. Sang raja kemudian diasingkan ke Waingapu Sumba Timur. Wafat tahun 1922 dan dimakamkan di Fatufeto Kupang. setelah Sobe Sonba’i III meninggal, Belanda membagi-bagi wilayah kerajaan Oenam atas beberapa kerajaan kecil yaitu: kerajaan Miomafo, kerajaan Mollo, dan kerajaan Fatule’u.
2.Mollo
Asal usul nama Mollo:
a.Menurut juru bicara (mafefa) dari desa Bes’ana nama Mollo berasal dari kata ‘na molok’ artinya ‘berbicara’, artinya pembicara antara seorang pemburu dan seekor musang (anseko). Informasi yg mirip juga dikemukanan oleh para mafefa dari desa Oelbubuk, Binaus dan Kuale’u, yaitu ‘molok’ yg artinya berbcara, bersepakat, berjanji, atau bermusyawarah. Namun yang dimaksud adalah pembicaraan dan perjanjiaan antara marga Lassa yg meminta bantuan marga Oematan untuk memerangi Jabi-Uf.
b.Informasi dari mafefa desa Laob, nama Mollo berasal dari kata ‘’noni (noin) molo’’ yg artinya uang kuningan yg ditemukan oleh seorang wanita bernama Bi Tae-Neno dipuncak sebuah gunung yg sekarang disebut gunung Mollo.
c.Informasi dari mafefa desa Netpala, nama Mollo berasal dari kata ‘molfa-mate’ yg artinya menguning amat sangat. Asal usul mollo dari pemahaman ini mengacu pada nama dua marga yaitu Lassa dan Toto yg konon disebut sebagai penghuni pertama gunung Mollo, yg sebelumnya bernama ‘Matahas’ artinya menyinari. Karena kedua marga ini sudah cukup alam bermukim di gunung Mollo maka kedua marga ini mendapat julukan sebagai ‘molo-oki atau oik molo’. (informasi dari mafefa desa Fatukoko)
d.Informasi dari mafefa Fatumnutu, nama Mollo sendiri disesuaikan dengan kondisi alam, yaitu sinar matahari yg condong ke ufuk barat dan tampaknya seerti menyuruk ke bawah kaki langit, warna cahayanya berubah menjadi kekuning-kuningan yg menyinari seluruh gunung Mollo sehingga tampak menguning seluruhnya.
Kesimpulannya meskipun ada berbagai perbedaan persepsi dan versi cerita dari para Mafefa, namun masih ada satu sisi kesamaan di dalamnya yaitu dari kata molo yg berarti kuning.
Struktur pemerintaha kerajaan Mollo:
1.Afinit = pendahulu; leluhur
2.Pah Tuaf = penguasa/ pemilik wilayah
3.Mafefa = juru bicara raja atau jubir adat. Adalah penghubung Pah Tuaf dengan amaf, meob, dan ana’a tobe (krn merupakan hubungan tidak langsung).
4.Amaf-amaf = marga-marga pendukung utama Pah Tuaf (Raja). Dalam satu kelompok amaf terdiri dari delapan marga pendukung, dimana dari delapan marga pendukung terdapat empat marga pendukung yg bertanggungjawab atas kesejahteraan dan kehidupan raja; empat marga pendukung lainnya bertanggungjawab untuk melayani kebutuhan raja.
5.Meob = pahlawan yg bertanggungjawab atas keamanan dan ketentraman wilayah kerajaan
6.Ana’ A tobe = yg berwenang dan bertanggungjawab atas kelestarian alam/wilayah (kalo sekarang mungkin semacam menteri lingkungan hidup kali yah? Sungguh-sungguh arif!).
7.Mnais Kuan = tua kampung/ pemangku adat yg keberadaanya telah disepakati oleh para amaf
8.Tob (To Ana) = rakyat biasa/ rakyat pada umumnya yg mendiami wilayah kerajaan Mollo
Beberapa Raja dari Kerajaan Mollo
1. To Oematan
Setelah kerajaan Oenam runtuh pada tahun 1905, Belanda kemudian membentuk kerajan-kerajaan kecil pada bekas kerajaan Oenam, salah satunya kerjaan Mollo. Sebagai fetor Mollo, To Oematan (to Luke’mtasa) langsung diangkat sebagai raja pertama pada tanggal 10 Mei 1916. Karya penting raja To Oematan adalah mendirikan Sekolah RAKYAT (SR- volks school) pada tahun 1908 di Nefokoko dan kemudian berpindah ke Kapan tahun 1910.
2. Tabelak Oematan
Raja kedua Mollo, Tabelak Oematan (nama baptisnya Welem Frederick Henderik Oematan), yg adalah anak angkat juga kemenakan dri To Oematan. Tabelak sendiri bernama asli Lay A Koen (anak saudara perempuan To Oematan yg menikah dengan seorang keturunan Cina (Seang Lay). Penobatan Lay A Koen sebagai raja Mollo sendiri dilakukan di atas puncak gunung Mollo dalam sebuah upacara adat selama tujuh hari tujuh malam (pengangkatan sumpah dan pemotongan rambut). Penobatan ini disepakati juga oleh fetor Nun Bena, fetor Netpala, fetor Bes-Ana dan fetor Tobu.
Hasil karya Tabelak Oematan antara lain:
a.membuka jalan Camplong-SoE tahun 1919
b.membuka ladang dan sawah di Oehala
c.menerima agama Kristen Protestan di Ajaobaki oleh pendeta Belanda
d.menata wilayah Mollo dengan sistem kefetoran dan ketemukungan
e.melarang rakyat bekerja rodi pada Belanda
Raja Tabelak menikah dengan putri Raja Korbafo (dari Rote) bernama Luisa Manubulu dan mempunyai anak: Welem Cornelis Henderik Oematan (mantan bupati Kupang pertama) dan Semuel Soleman Henderik Oematan (mantan camat Mollo Utara pertama). Karena kejam juga pada rakyat, Tabelak diadili pemerintah Belanda dan dijatuhi hukuman dan pembuangan di Ende-Flores.
3. Kono Oematan
Berasal dari Nunbena, diperkirakan hanya memimpin selama 3,5 tahun saja
3.Raja Tua Sonba’i (memerintah dari 30-10-1933 – 12-04-1959)
Sebelum menjadi raja Mollo Tua Sonba’i adalah temukung besar di Fatumnutu. Memerintah Mollo selama 26 tahun.
Hasil karya penting beliau:
a.mewajibkan setiap kefetoran untuk menentukan kawasan hutan lindung dan suaka margasatwa, dengan penetapan hukum adat Bonu, dimana ada kesepakatan adat terkait aturan dalam memetik dan mengambil hasil kebun, jika dilanggar ada hukuman tertentu. Artinya juga masyarakat tidak sembarangan dalam menebang hutan untuk dijadikan kebun. Selain juga ada anjuran RAJA Tua untuk melakukan penghijauan dan mentapkan hutan perlindungan suaka margasatwa Kniti-Naek sejak tahun 1933!!
b.Dibidang pendidikan, raja Tua membuka sekolah rakyat di Mollo dan membuka SMP PGRI pertama tahun 1955 di SoE
c.Pada masa pemerintahnya Mollo terkenal sebagai penghasil bawang putih terbesar di Pulau Timor!!!!
d.Membangun jalan Kapan-Fatumnasi tahun 1955
e.Mengembangkan kefetoran yg ada dari empat menjadi enam kefetoran. Dua kefetoran baru itu yakni kefetoran Bes’ana tahun 1946 dan kefetoran Paeneno tahun 1956. kefetoran lain yg sudah lebih dulu ada antara lain: kefetoran Netpala, kefetoran Nunbena, Kefetoran Mutis, dan kefetoran Bijeli.
4.Raja Semuel Soleman Henderik Oematan
Merupakan anak kedua dari Tabelak Oematan, juga adalah camat pertama Mollo Utara krn pada masa pemerintahannya kerajaan Mollo sudah beralih status menjadi kecamatan Mollo Utara sebagai akibat dari peralihan Daerah Swatantra TTS menjadi Kabupaten TTS. Sehingga pendudukannya sebagai raja Mollo hanya sebgaai simbol tertinggi dan alat pemersatu komunitas masyarakat Mollo.
5.Raja Edison Richard Ferdinand Oematan (dinobatkan di Sonaf Ajaobaki, 12 Juli 2001)
Merupakan anak kedua dari Raja Semuel Soleman Henderik Oematan.
Disarikan dari buku Sejarah Pemerintahan Kabupaten TTS: Studi tentang Pemerintahan Kabupaten TTS dari masa ke Masa. Ditulis oleh Jacob Wadu, David Pandie, Nua Sinu Gabriel, Jacob Frans, Joni Ninu, Melkisedek Neolaka. Diterbitkan atas kerjasama Lembaga Penelitian Univ. Nusa Cendana dengan Pemkab TTS). Cetakan Pertama, Desember 2003
Selasa, 09 Agustus 2011
Refleksi
Matahari baru saja menghilang diufuk barat setelah seharian penuh menjalankan tugas rutinnya menerangi bumi. Seluruh makhluk dimuka bumi ini pun mulai berkemas untuk kembali beristerahat setelah seharian penuh melakukan ziarah kehidupan. Tawa, canda, duka, sukses atau gagal mewarnai akibat dari ziarah hari ini.
Kini 1 tahun usiaku bertambah. Tidak ada sesuatu yang kebetulan terjadi dalam hidup jika hari ini aku masih diberi kesempatan oleh Sang Pemilik kehidupan untuk masih menikmati indahnya dunia yang dikaruniakan. Banyak suka duka yang telah ku alami dalam hidup. Semuanya itu kiranya menjadi refleksi dan motivasi untuk kembali menempuh perjuangan pada esok dan hari-hari selanjutnya.
Bapa, Mama, kakak, adik, Sahabat, teman, tidak ada sesuatu yang indah yang bisa aku berikan kepada kalian untuk dapat melukiskan kebahagiaan ku pada hari ini. Kiranya Sang Pemilik sejarah masih mengijinkan kita untuk bersama merenda hari-hari indah di kekinian dunia, dibawah tenda langit biru yang sarat misteri ini, dengan harapan, hari esok akan lebih baik dari hari ini......
Kini 1 tahun usiaku bertambah. Tidak ada sesuatu yang kebetulan terjadi dalam hidup jika hari ini aku masih diberi kesempatan oleh Sang Pemilik kehidupan untuk masih menikmati indahnya dunia yang dikaruniakan. Banyak suka duka yang telah ku alami dalam hidup. Semuanya itu kiranya menjadi refleksi dan motivasi untuk kembali menempuh perjuangan pada esok dan hari-hari selanjutnya.
Bapa, Mama, kakak, adik, Sahabat, teman, tidak ada sesuatu yang indah yang bisa aku berikan kepada kalian untuk dapat melukiskan kebahagiaan ku pada hari ini. Kiranya Sang Pemilik sejarah masih mengijinkan kita untuk bersama merenda hari-hari indah di kekinian dunia, dibawah tenda langit biru yang sarat misteri ini, dengan harapan, hari esok akan lebih baik dari hari ini......
Jumat, 21 Januari 2011
Lampu merah
Dari kejauhan, lampu lalu lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jack segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Jack berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Jack bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.
Prit!!!!!!!.... Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jack menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing. Hey, itu kan Bob, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
“Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”
“Hai, Jack.” Jawab Bob tanpa senyum.
“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah.”
“Oh ya?” Tampaknya Bob agak ragu.
Nah, bagus kalau begitu. “Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.”
“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.”
O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jack harus ganti strategi. “Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.” Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.
“Ayo dong Jack. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu.”
Dengan ketus Jack menyerahkan SIM lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bob mengetuk kaca jendela. Jack memandangi wajah Bob dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima senti sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bob kembali ke posnya.
Jack mengambil surat tilang yang diselipkan Bob di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIM-nya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jack membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bob.
“Halo Jack, tahukah kamu Jack, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, Ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jack. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah, Bob.”
Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bob. Namun, Bob sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan.
Renungan:
Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.
http://bangjonline.blogspot.com/2011/01/lampu-merah-bangjo-dan-kesedihan.html
Prit!!!!!!!.... Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jack menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing. Hey, itu kan Bob, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
“Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”
“Hai, Jack.” Jawab Bob tanpa senyum.
“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah.”
“Oh ya?” Tampaknya Bob agak ragu.
Nah, bagus kalau begitu. “Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.”
“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.”
O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jack harus ganti strategi. “Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.” Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.
“Ayo dong Jack. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu.”
Dengan ketus Jack menyerahkan SIM lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bob mengetuk kaca jendela. Jack memandangi wajah Bob dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima senti sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bob kembali ke posnya.
Jack mengambil surat tilang yang diselipkan Bob di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIM-nya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jack membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bob.
“Halo Jack, tahukah kamu Jack, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, Ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jack. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah, Bob.”
Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bob. Namun, Bob sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan.
Renungan:
Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.
http://bangjonline.blogspot.com/2011/01/lampu-merah-bangjo-dan-kesedihan.html
Jumat, 14 Januari 2011
Trafficking
T r a f f i c k i n g
Sabtu, 15 Januari 2011 | 14:04 WIB
Cerpen Sakinah Annisa Mariz
Darah kental kehitam-hitaman muncrat dari bibir mungilnya yang kering dan pucat. Anak perempuan kecil yang dipukuli itu hanya bisa bernafas lemah, tanpa berusaha membuka matanya.
Di kamar yang gelap dan sempit, seorang anak perempuan menangis di sudut ranjang. Tubuh rapuhnya dibalut selimut yang tebal. Seorang lelaki berbadan tegap dan tinggi masuk ke dalam kamar, menyingkapkan selimut yang membalut tubuh perempuan itu sehingga tubuhnya yang kecil terpelanting di atas ranjang.
“Hei anak sialan! Kenapa kau tak mau melayani tamu-tamuku! Dasar tak tahu diri! Kau pikir bisa gratis hidup di sini ya! Sial! Sial! Sial!” Lelaki itu terus-terusan memukuli tubuh perempuan kecil itu dengan jari-jari dan kepalan tangannya yang kokoh.
Darah kental kehitam-hitaman muncrat dari bibir mungilnya yang kering dan pucat. Anak perempuan kecil yang dipukuli itu hanya bisa bernafas lemah, tanpa berusaha membuka matanya. Sedari pagi, sudah 19 orang tamu yang dilayaninya dengan tersiksa. Hingga malam ini, tak sebutir nasi pun masuk ke mulutnya. Sejak terbangun dari tidurnya yang sebentar-sebentar terjaga, dia hanya diberikan segelas air dingin dan sebutir pil kecil, pil anti hamil. Hari ini sudah tiga kali dia pingsan ketika sedang melayani tamu-tamunya. Namun, bukan iba yang terpancar di mata lelaki-lelaki berwajah setan itu, malah perlakuan yang semakin bringas dan bernafsu yang didapatinya.
Sejenak terdengar suara rintihan yang menyayat dari kamar itu, serupa rintihan seorang tahanan yang menanti detik-detik eksekusinya. Anak kecil itu, seperti sudah kehilangan seperempat jiwanya! Salah! Bukan seperempat, malah seluruhnya! Dia sudah tak bernyawa lagi sejak lelaki besar dan hitam itu menghantamkan tinjunya tepat ke ulu hatinya.
Tanpa rasa bersalah, kemudian lelaki itu membopong tubuhnya yang ringkih menuju halaman balakang. Halaman terlarang yang hanya bisa bisa ditemukan setelah melalui lorong-lorong sempit dan lembab. Pada ujung lorong, terdapat sebuah ruangan kecil beratap terbuka yang hanya boleh dimasuki oleh orang-orang kepercayaan Tuan Besar Fredo. Tidak ada yang menarik dari ruangan gelap itu kecuali kloset kotor yang berada persis di tengah-tengah ruangan dan beberapa lampu pijar yang sudah putus bola lampunya.
Pintu ruang kecil itu dibukanya dan dibantingkannya keras hingga dinding-dindingnya yang kehijau-hijauan bergetar. Dia menekan sakelar lampu dengan tangan kiri, sedangkan tangan lainnya mendekap sebuah gulungan besar yang tersampir di bahu kanannya.
Dia sedikit membungkuk ketika berusaha menyurukkan gulungan manusia itu kedalam sebuah lubang raksasa yang berada persis di sudut timur ruangan. Lubang raksasa dengan kedalaman 8 meter yang sarat oleh mayat-mayat perempuan yang dulunya bekerja di rumah terkutuk itu. Ketika dia menggeser penutup lubang, yaitu berupa lempengan besi padu dengan garis tengah lingkarannya sekitar 2 meter, tiba-tiba selulernya berdering. Nama Tuan Besar Fredo muncul berkedip-kedip di layar selulernya, cahayanya menerangi kulit wajahnya yang hitam dan mulai dibubuhi bintik-bintik keringat. Dengan gugup disahutnya telepon Tuan Besar Fredo dan diletakkannya gulungan itu tepat di bawah kakinya.
*** Dari atap ruangan yang terbuka, angin berhembus begitu kencangnya. Mungkin malam ini akan turun hujan deras, seperti malam-malam sebelumnya. Biasanya jika malam hujan, pelanggan yang mendatangi rumah terkutuk itu akan bertambah banyak. Tak jarang Boris mendapat keuntungan yang berlipat ganda dari hasil pelayanan gadis-gadis yang memuaskan pelanggan. Walaupun setiap harinya ada saja gadis yang harus dilenyapkan karena penyakit kelamin akut atau meninggal secara tiba-tiba, itu tidak jadi masalah. Ada banyak stok daur-ulang yang selalu diganti tiap minggunya dengan tingkat usia yang berbeda-beda. Stok itu sebenarnya bukan “barang baru” lagi, namun perempuan-perempuan yang berasal dari rumah terkutuk lain yang disubtitusikan ke rumah terkutuk lain yang berbeda wilayahnya. Misalnya saja dari wilayah X, ditukar ke wilayah Y, begitu seterusnya.
Boris yang bertanggung jawab untuk memetakan wilayah daur-ulang itu agar tidak terjadi persinggahan rumah yang sama dalam dua kali. “Barang baru” diselipkan dalam rute perjalanan sebagai “pengganti” dari yang sudah lenyap ataupun dilenyapkan sehingga bisnis Boris tidak pernah mengalami pasang-surut. Selayaknya hukum demand dan suply dalam teori ekonomi, keberadaan suply (penyediaan) “barang-barang” itu akan terus eksis selama masih ada demand (permintaan) dari konsumennya. Boris paham sekali akan teori ekonomi itu dan selalu berupaya untuk melaksanakan tugasnya dengan cermat dan hati-hati. Sedikit saja gerak-geriknya tercium oleh pihak berwajib, maka hancur binasalah karir dan seluruh jaringannya.
Angin dingin berhembus lagi, mengelus-elus pipi dan tengkuknya yang pias. Kali ini deru angin semakin kencang sementara percakapannya dengan Tuan Besar Fredo di telepon semakin memanas. Tanpa sengaja, angin meniup gulungan selimut diletakkannya di lantai itu dengan kerasnya hingga menyibakkannya. Sebagian atas gulungan itu mulai merekah. Sebuah kepala anak perempuan berumur 13 tahun menyeruak dari dalamnya. Lampu neon berdaya 15 watt itu cukup membantu untuk mengenali wajah kecilnya.
Wajah itu membeku tengadah ke langit hitam pekat. Angin dingin semakin terasa dingin menusuk tulang-tulang dan persendian, terlebih darah yang mengental kehitam-hitaman di sepanjang bibir mungil itu! Aih! Wajah itu terlihat begitu tegang dan kaku, seolah ingin menunjukkan dendam yang selama ini menggumpal di dada, bibir dan kemaluannya.
Sekejap, anyir darah mulai merebak di ruangan. Angin menolong wajah kecil kaku senandungkan lagu kematian. Bola matanya masih bening terbuka, menceritakan kesakitan dan kepedihan yang mendera-dera jiwa dan raganya selama dua bulan ini. Dari hidungnya yang bangir, menyembul noda biru kehitam-hitaman yang tak sempat tertangkap cahaya remang-remang di kamar pengap itu. Pada wajahnya yang tirus, melekat garis-garis kelabu meninggalkan jejak, serupa coretan yang mewarnai pipi putih mulusnya. Jejak-jejak yang bersumber dari lidah-lidah kotor lelaki berperangai iblis.
Malam ini, semua terasa lain. Aroma kretek yang sengaja disulut Boris saat Tuan Besar Fredo memulai pembicaraan tak dapat menghangatkan dadanya dari degup angin dan tatapan dingin anak perempuan yang terbungkus selimut itu. Tiba-tiba saja rasa gugup menggerilya jantungnya, menyulitkan bibirnya menghisap kretek itu lebih dalam. Dia hanya mencicipi sedikit asap dari filternya lalu buru-buru menghembuskannya keluar.
Tatapan mata anak kecil itu lagi-lagi menyurutkan semangatnya untuk berbicara dengan Tuan Besar Fredo. Wajah anak perempuan yang pasi dengan ekspressinya dinginnya, seolah-olah mencekik semua nafas Boris yang tersisa. Boris terengah-engah dalam kepulan kreteknya sendiri. Dia hanya mengatakan “ya” pada setiap pertanyaan yang di lontarkan Tuan Besar Fredo tanpa sedikitpun memikirkannya. Matanya tak bisa lepas dari wajah mungil yang membujur dibalik selimut itu. Anyir darah merebak lagi, membaur dengan desau angin yang kadang-kadang berbunyi seperti tangisan anak kecil yang menyedihkan.
Jalanan memerah, langkah menyerah Nafas dan nyawa mengepul seperti asap rokok lelaki dewasa Hari-hari memekat di ruangan pengap, terali kematian Simpang jalan merah tempatku berteduh Dari malam yang selalu berujung pada kesakitan panjang
Boris tersentak dari lamunannya, sekilas dia melihat wajah itu seperti berpuisi padanya. Boris, lelaki bertubuh tegap dan berpostur tinggi dengan kulit hitam berkilat menghirup kreteknya dengan jantung yang berdegup tak karuan. Sekali lagi terdengar makian Tuan Besar Fredo membentak. “Bagaimana? Sudah kau cari ke tiap rumah-rumah bordil berengsek itu!!! Bodoh! Bodoh! Kenapa kalian bisa kecolongan!” Tuan Besar Fredo memaki Boris, tak sabar dengan jawabannya yang lamban. “Sudah Tuan, tapi memang aku kesulitan menemukan jejaknya, mungkin sudah dibawa ke negeri M.”
Boris menjawab sekenanya, meski pandangan matanya tak luput dari tubuh halus anak perempuan yang mencuat dari rekahan selimut tebal itu. Tubuh yang tegang dan kaku. Lekuk tubuhnya ringkih, dibalut luka dan lebam yang tak akan hilang meski tulang-tulangnya memutih. Tahi lalat kecil membulat jelas di bawah kantung mata kiri dan satu lagi berada tepat di atas pusarnya.
“BODOH!!! Kenapa kau tak bisa mencarinya! Aku sudah menyuruhmu dua bulan lalu! Aku juga sudah mengirimkan fotonya! Memberi wewenang seluas-luasnya untuk mencari anak perempuanku!
BODOH KAU BORIS! Aku tak mau tahu, pokoknya kau harus temukan Dhisty! Sekalipun mayatnya, aku bersedia membayarnya! Persetan dengan harga! Beritahu aku segera, siapa orang yang bertugas menculiknya dan kepala mucikari mana yang menahannya, SECEPATNYA BODOH!” “Baik Tuan, besok saya kabari” Tuuut...tuuut... Boris menekan tombol merah di handphonenya.
Amarah Tuan Besar Fredo dan tatapan dingin wajah dibalik selimut itu membuat nyalinya semakin ciut dan kerdil. Berkali-kali dia menghisap kreteknya dengan gugup. Selembar foto yang tak pernah disentuhnya sejak mandat dari Tuan Besar Fredo dikeluarkan 2 bulan lalu, akhirnya tersembul juga dari balik amplop cokelatnya yang lembab. Foto anak perempuan kecil, berusia 13 tahun yang memiliki tahi lalat di bawah kantung mata sebelah kirinya.
Medan, KSI 2010
Nama saya Sakinah Annisa Mariz. Merupakan Mahasiswi Universitas Negeri Medan (UNIMED), Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, yang saat ini bergiat di Komunitas Sastra Indonesia (KSI) Cabang Medan.
Adapun karya-karyanya berupa Antalogi Cerpen Bersama Artefak, Cerita Pendek Indonesia.2009, Antalogi Cerpen Bersama, Cermin dan Kumpulan Puisi bersama Suara Peri dan Mimpi,2010. Essay, cerpen, dan puisinya dimuat di Harian Analisa, Waspada, Medan Bisnis, Harian Global, dan Majalah YoungsMagazine.
Sabtu, 15 Januari 2011 | 14:04 WIB
Cerpen Sakinah Annisa Mariz
Darah kental kehitam-hitaman muncrat dari bibir mungilnya yang kering dan pucat. Anak perempuan kecil yang dipukuli itu hanya bisa bernafas lemah, tanpa berusaha membuka matanya.
Di kamar yang gelap dan sempit, seorang anak perempuan menangis di sudut ranjang. Tubuh rapuhnya dibalut selimut yang tebal. Seorang lelaki berbadan tegap dan tinggi masuk ke dalam kamar, menyingkapkan selimut yang membalut tubuh perempuan itu sehingga tubuhnya yang kecil terpelanting di atas ranjang.
“Hei anak sialan! Kenapa kau tak mau melayani tamu-tamuku! Dasar tak tahu diri! Kau pikir bisa gratis hidup di sini ya! Sial! Sial! Sial!” Lelaki itu terus-terusan memukuli tubuh perempuan kecil itu dengan jari-jari dan kepalan tangannya yang kokoh.
Darah kental kehitam-hitaman muncrat dari bibir mungilnya yang kering dan pucat. Anak perempuan kecil yang dipukuli itu hanya bisa bernafas lemah, tanpa berusaha membuka matanya. Sedari pagi, sudah 19 orang tamu yang dilayaninya dengan tersiksa. Hingga malam ini, tak sebutir nasi pun masuk ke mulutnya. Sejak terbangun dari tidurnya yang sebentar-sebentar terjaga, dia hanya diberikan segelas air dingin dan sebutir pil kecil, pil anti hamil. Hari ini sudah tiga kali dia pingsan ketika sedang melayani tamu-tamunya. Namun, bukan iba yang terpancar di mata lelaki-lelaki berwajah setan itu, malah perlakuan yang semakin bringas dan bernafsu yang didapatinya.
Sejenak terdengar suara rintihan yang menyayat dari kamar itu, serupa rintihan seorang tahanan yang menanti detik-detik eksekusinya. Anak kecil itu, seperti sudah kehilangan seperempat jiwanya! Salah! Bukan seperempat, malah seluruhnya! Dia sudah tak bernyawa lagi sejak lelaki besar dan hitam itu menghantamkan tinjunya tepat ke ulu hatinya.
Tanpa rasa bersalah, kemudian lelaki itu membopong tubuhnya yang ringkih menuju halaman balakang. Halaman terlarang yang hanya bisa bisa ditemukan setelah melalui lorong-lorong sempit dan lembab. Pada ujung lorong, terdapat sebuah ruangan kecil beratap terbuka yang hanya boleh dimasuki oleh orang-orang kepercayaan Tuan Besar Fredo. Tidak ada yang menarik dari ruangan gelap itu kecuali kloset kotor yang berada persis di tengah-tengah ruangan dan beberapa lampu pijar yang sudah putus bola lampunya.
Pintu ruang kecil itu dibukanya dan dibantingkannya keras hingga dinding-dindingnya yang kehijau-hijauan bergetar. Dia menekan sakelar lampu dengan tangan kiri, sedangkan tangan lainnya mendekap sebuah gulungan besar yang tersampir di bahu kanannya.
Dia sedikit membungkuk ketika berusaha menyurukkan gulungan manusia itu kedalam sebuah lubang raksasa yang berada persis di sudut timur ruangan. Lubang raksasa dengan kedalaman 8 meter yang sarat oleh mayat-mayat perempuan yang dulunya bekerja di rumah terkutuk itu. Ketika dia menggeser penutup lubang, yaitu berupa lempengan besi padu dengan garis tengah lingkarannya sekitar 2 meter, tiba-tiba selulernya berdering. Nama Tuan Besar Fredo muncul berkedip-kedip di layar selulernya, cahayanya menerangi kulit wajahnya yang hitam dan mulai dibubuhi bintik-bintik keringat. Dengan gugup disahutnya telepon Tuan Besar Fredo dan diletakkannya gulungan itu tepat di bawah kakinya.
*** Dari atap ruangan yang terbuka, angin berhembus begitu kencangnya. Mungkin malam ini akan turun hujan deras, seperti malam-malam sebelumnya. Biasanya jika malam hujan, pelanggan yang mendatangi rumah terkutuk itu akan bertambah banyak. Tak jarang Boris mendapat keuntungan yang berlipat ganda dari hasil pelayanan gadis-gadis yang memuaskan pelanggan. Walaupun setiap harinya ada saja gadis yang harus dilenyapkan karena penyakit kelamin akut atau meninggal secara tiba-tiba, itu tidak jadi masalah. Ada banyak stok daur-ulang yang selalu diganti tiap minggunya dengan tingkat usia yang berbeda-beda. Stok itu sebenarnya bukan “barang baru” lagi, namun perempuan-perempuan yang berasal dari rumah terkutuk lain yang disubtitusikan ke rumah terkutuk lain yang berbeda wilayahnya. Misalnya saja dari wilayah X, ditukar ke wilayah Y, begitu seterusnya.
Boris yang bertanggung jawab untuk memetakan wilayah daur-ulang itu agar tidak terjadi persinggahan rumah yang sama dalam dua kali. “Barang baru” diselipkan dalam rute perjalanan sebagai “pengganti” dari yang sudah lenyap ataupun dilenyapkan sehingga bisnis Boris tidak pernah mengalami pasang-surut. Selayaknya hukum demand dan suply dalam teori ekonomi, keberadaan suply (penyediaan) “barang-barang” itu akan terus eksis selama masih ada demand (permintaan) dari konsumennya. Boris paham sekali akan teori ekonomi itu dan selalu berupaya untuk melaksanakan tugasnya dengan cermat dan hati-hati. Sedikit saja gerak-geriknya tercium oleh pihak berwajib, maka hancur binasalah karir dan seluruh jaringannya.
Angin dingin berhembus lagi, mengelus-elus pipi dan tengkuknya yang pias. Kali ini deru angin semakin kencang sementara percakapannya dengan Tuan Besar Fredo di telepon semakin memanas. Tanpa sengaja, angin meniup gulungan selimut diletakkannya di lantai itu dengan kerasnya hingga menyibakkannya. Sebagian atas gulungan itu mulai merekah. Sebuah kepala anak perempuan berumur 13 tahun menyeruak dari dalamnya. Lampu neon berdaya 15 watt itu cukup membantu untuk mengenali wajah kecilnya.
Wajah itu membeku tengadah ke langit hitam pekat. Angin dingin semakin terasa dingin menusuk tulang-tulang dan persendian, terlebih darah yang mengental kehitam-hitaman di sepanjang bibir mungil itu! Aih! Wajah itu terlihat begitu tegang dan kaku, seolah ingin menunjukkan dendam yang selama ini menggumpal di dada, bibir dan kemaluannya.
Sekejap, anyir darah mulai merebak di ruangan. Angin menolong wajah kecil kaku senandungkan lagu kematian. Bola matanya masih bening terbuka, menceritakan kesakitan dan kepedihan yang mendera-dera jiwa dan raganya selama dua bulan ini. Dari hidungnya yang bangir, menyembul noda biru kehitam-hitaman yang tak sempat tertangkap cahaya remang-remang di kamar pengap itu. Pada wajahnya yang tirus, melekat garis-garis kelabu meninggalkan jejak, serupa coretan yang mewarnai pipi putih mulusnya. Jejak-jejak yang bersumber dari lidah-lidah kotor lelaki berperangai iblis.
Malam ini, semua terasa lain. Aroma kretek yang sengaja disulut Boris saat Tuan Besar Fredo memulai pembicaraan tak dapat menghangatkan dadanya dari degup angin dan tatapan dingin anak perempuan yang terbungkus selimut itu. Tiba-tiba saja rasa gugup menggerilya jantungnya, menyulitkan bibirnya menghisap kretek itu lebih dalam. Dia hanya mencicipi sedikit asap dari filternya lalu buru-buru menghembuskannya keluar.
Tatapan mata anak kecil itu lagi-lagi menyurutkan semangatnya untuk berbicara dengan Tuan Besar Fredo. Wajah anak perempuan yang pasi dengan ekspressinya dinginnya, seolah-olah mencekik semua nafas Boris yang tersisa. Boris terengah-engah dalam kepulan kreteknya sendiri. Dia hanya mengatakan “ya” pada setiap pertanyaan yang di lontarkan Tuan Besar Fredo tanpa sedikitpun memikirkannya. Matanya tak bisa lepas dari wajah mungil yang membujur dibalik selimut itu. Anyir darah merebak lagi, membaur dengan desau angin yang kadang-kadang berbunyi seperti tangisan anak kecil yang menyedihkan.
Jalanan memerah, langkah menyerah Nafas dan nyawa mengepul seperti asap rokok lelaki dewasa Hari-hari memekat di ruangan pengap, terali kematian Simpang jalan merah tempatku berteduh Dari malam yang selalu berujung pada kesakitan panjang
Boris tersentak dari lamunannya, sekilas dia melihat wajah itu seperti berpuisi padanya. Boris, lelaki bertubuh tegap dan berpostur tinggi dengan kulit hitam berkilat menghirup kreteknya dengan jantung yang berdegup tak karuan. Sekali lagi terdengar makian Tuan Besar Fredo membentak. “Bagaimana? Sudah kau cari ke tiap rumah-rumah bordil berengsek itu!!! Bodoh! Bodoh! Kenapa kalian bisa kecolongan!” Tuan Besar Fredo memaki Boris, tak sabar dengan jawabannya yang lamban. “Sudah Tuan, tapi memang aku kesulitan menemukan jejaknya, mungkin sudah dibawa ke negeri M.”
Boris menjawab sekenanya, meski pandangan matanya tak luput dari tubuh halus anak perempuan yang mencuat dari rekahan selimut tebal itu. Tubuh yang tegang dan kaku. Lekuk tubuhnya ringkih, dibalut luka dan lebam yang tak akan hilang meski tulang-tulangnya memutih. Tahi lalat kecil membulat jelas di bawah kantung mata kiri dan satu lagi berada tepat di atas pusarnya.
“BODOH!!! Kenapa kau tak bisa mencarinya! Aku sudah menyuruhmu dua bulan lalu! Aku juga sudah mengirimkan fotonya! Memberi wewenang seluas-luasnya untuk mencari anak perempuanku!
BODOH KAU BORIS! Aku tak mau tahu, pokoknya kau harus temukan Dhisty! Sekalipun mayatnya, aku bersedia membayarnya! Persetan dengan harga! Beritahu aku segera, siapa orang yang bertugas menculiknya dan kepala mucikari mana yang menahannya, SECEPATNYA BODOH!” “Baik Tuan, besok saya kabari” Tuuut...tuuut... Boris menekan tombol merah di handphonenya.
Amarah Tuan Besar Fredo dan tatapan dingin wajah dibalik selimut itu membuat nyalinya semakin ciut dan kerdil. Berkali-kali dia menghisap kreteknya dengan gugup. Selembar foto yang tak pernah disentuhnya sejak mandat dari Tuan Besar Fredo dikeluarkan 2 bulan lalu, akhirnya tersembul juga dari balik amplop cokelatnya yang lembab. Foto anak perempuan kecil, berusia 13 tahun yang memiliki tahi lalat di bawah kantung mata sebelah kirinya.
Medan, KSI 2010
Nama saya Sakinah Annisa Mariz. Merupakan Mahasiswi Universitas Negeri Medan (UNIMED), Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, yang saat ini bergiat di Komunitas Sastra Indonesia (KSI) Cabang Medan.
Adapun karya-karyanya berupa Antalogi Cerpen Bersama Artefak, Cerita Pendek Indonesia.2009, Antalogi Cerpen Bersama, Cermin dan Kumpulan Puisi bersama Suara Peri dan Mimpi,2010. Essay, cerpen, dan puisinya dimuat di Harian Analisa, Waspada, Medan Bisnis, Harian Global, dan Majalah YoungsMagazine.
Rabu, 29 Desember 2010
Refleksi akhir tahun
Disela kesibukan melakukan ziarah kehidupan dibawah tenda langit biru yang penuh misteri, bukanlah menjadi suatu folkways (keharusan) untuk mengucap syukur, namun mengingat penyertaan Sang pemilik Kehidupan yang masih mengijinkan kita untuk merenda hari-hari indah dikekinian dunia maka semua kidung pujian serta Mazmur syukur patut kita kidungkan ke hadirat-Nya Yang Kudus.
2 hari lagi tahun 2010 akan berkahir dan kita akan memasuki tahun yang baru, 2011. Sebagai manusia kadang kita merasa senang, puas, sedih dan berbagai perasaan yang berkecamuk dalam hati kala kita berhasil melaksanakan sesuatu dengan baik. Tapi kadang kita meneteskan airmata, bersungut, muram dan entah ekspresi apa yang telah kita lakukan kala sesuatu yang kita harapkan ternyata jauh dari impian. Jika kita melihat kembali perjalanan hidup selama setahun minus 2 hari ini, ada begitu banyak godaan, cercaan, kesuksesan dan berbagai macam kisah yang berbeda telah dilalui.
Ada saudara, kakak, adik, ayah, ibu, isteri, suami, teman, sahabat dan berbagai kenalan yang telah dipanggil oleh Yang MAha Kuasa untuk mendahului kita kemabli kepangkuan-Nya. Sedih memang rasanya kehilangan mereka, tetapi Allah pasti telah menyediakan sesuatu yang terbaik bagi mereka.
Banyak rencana juga yang telah disusun untuk tahun 2011 mendatang dengan asa bahwa ditahun mendatang, segala sesuatunya akan lebih baik dari tahun ini.....namun ingatlah bahwa: "DUNIA INI CUKUP UNTUK SEMUA ORANG TAPI TIDAK CUKUP UNTUK SEORANG YANG TAMAK HATINYA"
Selamat Natal 25 Desember 2010 dan Bahagia di Tahun Baru 1 Januari 2011.
Tuhan Senantiasa Memberkati dan menyertai seluruh perjalanan karya kita dalam upaya meraih cita, citra dan cinta kita.....
2 hari lagi tahun 2010 akan berkahir dan kita akan memasuki tahun yang baru, 2011. Sebagai manusia kadang kita merasa senang, puas, sedih dan berbagai perasaan yang berkecamuk dalam hati kala kita berhasil melaksanakan sesuatu dengan baik. Tapi kadang kita meneteskan airmata, bersungut, muram dan entah ekspresi apa yang telah kita lakukan kala sesuatu yang kita harapkan ternyata jauh dari impian. Jika kita melihat kembali perjalanan hidup selama setahun minus 2 hari ini, ada begitu banyak godaan, cercaan, kesuksesan dan berbagai macam kisah yang berbeda telah dilalui.
Ada saudara, kakak, adik, ayah, ibu, isteri, suami, teman, sahabat dan berbagai kenalan yang telah dipanggil oleh Yang MAha Kuasa untuk mendahului kita kemabli kepangkuan-Nya. Sedih memang rasanya kehilangan mereka, tetapi Allah pasti telah menyediakan sesuatu yang terbaik bagi mereka.
Banyak rencana juga yang telah disusun untuk tahun 2011 mendatang dengan asa bahwa ditahun mendatang, segala sesuatunya akan lebih baik dari tahun ini.....namun ingatlah bahwa: "DUNIA INI CUKUP UNTUK SEMUA ORANG TAPI TIDAK CUKUP UNTUK SEORANG YANG TAMAK HATINYA"
Selamat Natal 25 Desember 2010 dan Bahagia di Tahun Baru 1 Januari 2011.
Tuhan Senantiasa Memberkati dan menyertai seluruh perjalanan karya kita dalam upaya meraih cita, citra dan cinta kita.....
Sabtu, 23 Oktober 2010
Horizontal
PETER & TINA
Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.
Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku."
Peter: "kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang." (keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)
Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?"
Peter: "Eh? permainan apaan?"
Tina: "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?"
Peter: "baiklah... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan ke depan."
Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"
Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen deh. katanya film itu bagus"
Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke karaoke ya... ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."
Peter : "Boleh juga..." (mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang
malam harinya)
Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe, suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.
Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.
Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.
Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay. Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya.
Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan melihat bintang jatuh.
Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.
Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup
lilin ulang tahunnya.
Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.
Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China. Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang" kemudian peramal itu meneteskan air mata.
Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil
berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.
Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.
15:20 pm
Tina: "Aku haus. Istirahat dulu yuk sebentar. "
Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja.
Kamu mau minum apa?"
Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari ini. Sebentar ya"
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta selalu macet.
15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik.
Peter : "Ada apa pak?"
Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu adalah temanmu"
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu. Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
23:53 pm
Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik.
Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput.
Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya."
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi terlihat damai. Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya. Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.
Dear Peter...
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai,
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.
23:58
Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya.
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian!
Tina, Aku sayang kamu...!"
Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100...
PS:
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.
True love doesn't have a happy ending, because true love never ends....
Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.
Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku."
Peter: "kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang." (keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)
Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?"
Peter: "Eh? permainan apaan?"
Tina: "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?"
Peter: "baiklah... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan ke depan."
Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"
Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen deh. katanya film itu bagus"
Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke karaoke ya... ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."
Peter : "Boleh juga..." (mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang
malam harinya)
Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe, suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.
Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.
Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.
Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay. Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya.
Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan melihat bintang jatuh.
Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.
Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup
lilin ulang tahunnya.
Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.
Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China. Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang" kemudian peramal itu meneteskan air mata.
Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil
berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.
Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.
15:20 pm
Tina: "Aku haus. Istirahat dulu yuk sebentar. "
Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja.
Kamu mau minum apa?"
Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari ini. Sebentar ya"
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta selalu macet.
15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik.
Peter : "Ada apa pak?"
Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu adalah temanmu"
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu. Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
23:53 pm
Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik.
Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput.
Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya."
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi terlihat damai. Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya. Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.
Dear Peter...
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai,
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.
23:58
Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya.
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian!
Tina, Aku sayang kamu...!"
Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100...
PS:
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.
True love doesn't have a happy ending, because true love never ends....
Senin, 11 Oktober 2010
Humor
MENGHITUNG
Seorang guru bertanya kepada salah satu muridnya yang masih kecil tentang nomor yang ditunjukkannya.
"Ya," katanya. "Aku tahu. Ayahku sudah mengajariku."
"Bagus. Nomor berapa setelah tiga."
"Empat," jawab anak itu.
"Setelah enam?"
"Tujuh."
"Pintar," kata si guru. "Ayahmu mengajarimu dengan baik. Berapa setelah sepuluh?"
"Jack," kata anak itu.
BELALANG
Seorang siswa teladan di SMU sedang melakukan uji coba pada belalang yang sudah terlatih.
Ia mencoba untuk memotong 1 buah kakinya dan berteriak "lompat".
Kemudian belalang tersebut melompat. Kemudian ia memotong 1 kakinya lagi dan berteriak "lompat", kemudian belalang itu melompat.
Dan hal itu ia lakukan berulang-ulang hingga semua kakinya habis dipotong. Ia pun berteriak "lompat" tapi belalang itu tak mau lompat. Ia teriak sekali lagi dan sama, belalang itu tak mau lompat.
Lalu ia membuat kesimpulan: "Setelah semua kaki belalang dipotong, belalang tersebut akan menjadi tuli."
MENGURANGI ABJAD PADA BAHASA INDONESIA
Abjad yang digunakan di dalam bahasa Indonesia berjumlah 26.
Ke-26 abjad tersebut rasanya masih terlalu banyak, dan lagipula
ada beberapa abjad yang jarang sekali digunakan.
Oleh karena itu mari kita sederhanakan abjad-abjad tersebut dan
menyesuaikan dengan kata-kata yang kita gunakan.
Pertama-tama, huruf X, kita ganti dengan gabungan huruf K dan S.
Kebetulan hampir tidak ada kata dalam bahasa Indonesia asli yang
menggunakan huruf ini, kebanyakan merupakan kata serapan dari
bahasa asing. Misalnya taxi menjadi taksi, maximal menjadi
maksimal, dst.
Selanjutnya, huruf Q kita ganti dengan KW. Serupa dengan X,
kata2 yang mengunakan huruf ini juga sangat sedikit sekali.
Berikutnya, huruf Z. Huruf Z kita ganti menjadi C. Tidak ada
alasan kuat tentang hal ini.
Huruf Y diganti dengan I. Hal ini dilakukan sebab bunii huruf
tersebut mirip dengan I.
Kemudian huruf F dan V keduania diganti menjadi P. Pada lepel
ini masih belum terjadi perubahan iang signipikan.
Hurup W kemudian diganti menjadi hurup U. Berarti sampai saat ini
kita sudah mengeliminasi 7 hurup.
Hurup iang bisa kita eliminasi lagi adalah R, mengingat baniak orang
iang kesulitan meniebutkan hurup tersebut. R kita ganti dengan L.
Selanjutnia, gabungan hulup KH diganti menjadi H.
Iang paling belpengaluh adalah hulup S iang diganti menjadi C.
Hulup G juga diganti menjadi K.
Dan hulup J juga diganti menjadi C.
Caia laca cudah cukup untuk hulup-hulup konconannia. Cekalank
kita kanti hulup pokalnia.
Cuma ada lima hulup pokal, A, I , U, E, O.
Kita akan eliminaci dua hulup pokal. Hulup I mencadi dua hulup E
iaitu EE. Cementala hulup U mencadee dua hulup O iaitoo OO.
Cadi, campe cekalank, keeta belhaceel menkoolangee
hooloop-hooloop keeta. Kalaoo keeta tooleeckan lagee,
hooloop-hooloop eeang telceeca adalah:
A, B, C, D, E, H, K, L, M, N, O, P, T.
Haneea ada 12 belac hooloop!! Looal beeaca bookan?? Padahal
cebeloomneea keeta pooneea 26 hooloop.
Eenee adalah penemooan eeang cankat penteenk dan cikneepeekan! !
Co, ceelahkan keeleemkan tooleecan anda denkan menkkoonakan
dooa belac hooloop telceboot.
Fakta Paling Fundamental Indonesia (Kenapa tidak Maju2 Ya?)
Mungkin alasan Paling FUNDAMENTAL mengapa negara Indonesia belum maju-maju adalah dengan logika seperti di bawah ini ?
1. Jumlah penduduk Indonesia ada 237 juta. 104 juta diantaranya adalah para pensiun. Jadi tinggal 133 juta yang bisa kerja.
2. Jumlah pelajar dan mahasiswa adalah 85 juta. Mereka sekolah, jadi tinggal 48 juta orang yang bisa kerja.
3. Yang kerja buat pemerintah pusat sebagai pegawai negeri ada 29 juta. Jadi tinggal 19 juta yang bisa kerja.
4. Ada 4 juta yg jadi TNI/POLRI. Jadi tinggal 15 juta yg bisa kerja.
5. Ada lagi yang kerja di pemerintahan daerah dan departemen jumlahnya 14.800.000. jadi sisanya tingal 200.000 yang bisa kerja.
6. Yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit di seluruh Indonesia ada 188.000. Jadi sisa 12.000 orang yang bisa kerja.
7. Ada 11.988 orang yg dipenjara. Jadi tinggal sisa dua orang saja yang masih bisa kerja.
SIAPA MEREKA ....?
Yaa,... tentu saja saya dan anda.
Tapi kan... anda malah sibuk main internet dan baca postingan saya....
Jadi tinggal SAYA SENDIRI DONG YANG BEKERJA.!!!! !!
Bagaimana Indonesia mau maju kalau cuma saya yang bekerja ?????
Seorang guru bertanya kepada salah satu muridnya yang masih kecil tentang nomor yang ditunjukkannya.
"Ya," katanya. "Aku tahu. Ayahku sudah mengajariku."
"Bagus. Nomor berapa setelah tiga."
"Empat," jawab anak itu.
"Setelah enam?"
"Tujuh."
"Pintar," kata si guru. "Ayahmu mengajarimu dengan baik. Berapa setelah sepuluh?"
"Jack," kata anak itu.
BELALANG
Seorang siswa teladan di SMU sedang melakukan uji coba pada belalang yang sudah terlatih.
Ia mencoba untuk memotong 1 buah kakinya dan berteriak "lompat".
Kemudian belalang tersebut melompat. Kemudian ia memotong 1 kakinya lagi dan berteriak "lompat", kemudian belalang itu melompat.
Dan hal itu ia lakukan berulang-ulang hingga semua kakinya habis dipotong. Ia pun berteriak "lompat" tapi belalang itu tak mau lompat. Ia teriak sekali lagi dan sama, belalang itu tak mau lompat.
Lalu ia membuat kesimpulan: "Setelah semua kaki belalang dipotong, belalang tersebut akan menjadi tuli."
MENGURANGI ABJAD PADA BAHASA INDONESIA
Abjad yang digunakan di dalam bahasa Indonesia berjumlah 26.
Ke-26 abjad tersebut rasanya masih terlalu banyak, dan lagipula
ada beberapa abjad yang jarang sekali digunakan.
Oleh karena itu mari kita sederhanakan abjad-abjad tersebut dan
menyesuaikan dengan kata-kata yang kita gunakan.
Pertama-tama, huruf X, kita ganti dengan gabungan huruf K dan S.
Kebetulan hampir tidak ada kata dalam bahasa Indonesia asli yang
menggunakan huruf ini, kebanyakan merupakan kata serapan dari
bahasa asing. Misalnya taxi menjadi taksi, maximal menjadi
maksimal, dst.
Selanjutnya, huruf Q kita ganti dengan KW. Serupa dengan X,
kata2 yang mengunakan huruf ini juga sangat sedikit sekali.
Berikutnya, huruf Z. Huruf Z kita ganti menjadi C. Tidak ada
alasan kuat tentang hal ini.
Huruf Y diganti dengan I. Hal ini dilakukan sebab bunii huruf
tersebut mirip dengan I.
Kemudian huruf F dan V keduania diganti menjadi P. Pada lepel
ini masih belum terjadi perubahan iang signipikan.
Hurup W kemudian diganti menjadi hurup U. Berarti sampai saat ini
kita sudah mengeliminasi 7 hurup.
Hurup iang bisa kita eliminasi lagi adalah R, mengingat baniak orang
iang kesulitan meniebutkan hurup tersebut. R kita ganti dengan L.
Selanjutnia, gabungan hulup KH diganti menjadi H.
Iang paling belpengaluh adalah hulup S iang diganti menjadi C.
Hulup G juga diganti menjadi K.
Dan hulup J juga diganti menjadi C.
Caia laca cudah cukup untuk hulup-hulup konconannia. Cekalank
kita kanti hulup pokalnia.
Cuma ada lima hulup pokal, A, I , U, E, O.
Kita akan eliminaci dua hulup pokal. Hulup I mencadi dua hulup E
iaitu EE. Cementala hulup U mencadee dua hulup O iaitoo OO.
Cadi, campe cekalank, keeta belhaceel menkoolangee
hooloop-hooloop keeta. Kalaoo keeta tooleeckan lagee,
hooloop-hooloop eeang telceeca adalah:
A, B, C, D, E, H, K, L, M, N, O, P, T.
Haneea ada 12 belac hooloop!! Looal beeaca bookan?? Padahal
cebeloomneea keeta pooneea 26 hooloop.
Eenee adalah penemooan eeang cankat penteenk dan cikneepeekan! !
Co, ceelahkan keeleemkan tooleecan anda denkan menkkoonakan
dooa belac hooloop telceboot.
Fakta Paling Fundamental Indonesia (Kenapa tidak Maju2 Ya?)
Mungkin alasan Paling FUNDAMENTAL mengapa negara Indonesia belum maju-maju adalah dengan logika seperti di bawah ini ?
1. Jumlah penduduk Indonesia ada 237 juta. 104 juta diantaranya adalah para pensiun. Jadi tinggal 133 juta yang bisa kerja.
2. Jumlah pelajar dan mahasiswa adalah 85 juta. Mereka sekolah, jadi tinggal 48 juta orang yang bisa kerja.
3. Yang kerja buat pemerintah pusat sebagai pegawai negeri ada 29 juta. Jadi tinggal 19 juta yang bisa kerja.
4. Ada 4 juta yg jadi TNI/POLRI. Jadi tinggal 15 juta yg bisa kerja.
5. Ada lagi yang kerja di pemerintahan daerah dan departemen jumlahnya 14.800.000. jadi sisanya tingal 200.000 yang bisa kerja.
6. Yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit di seluruh Indonesia ada 188.000. Jadi sisa 12.000 orang yang bisa kerja.
7. Ada 11.988 orang yg dipenjara. Jadi tinggal sisa dua orang saja yang masih bisa kerja.
SIAPA MEREKA ....?
Yaa,... tentu saja saya dan anda.
Tapi kan... anda malah sibuk main internet dan baca postingan saya....
Jadi tinggal SAYA SENDIRI DONG YANG BEKERJA.!!!! !!
Bagaimana Indonesia mau maju kalau cuma saya yang bekerja ?????
Langganan:
Postingan (Atom)

























